Senin, 25 Februari 2013

Mimpi Kerdil

Saya tidak pernah menyadari seberapa besar mimpi saya, hingga pagi ini, saat upacara bendera saya tersadar. Saya tidak pernah menganggap mimpi itu bisa menjadi kenyataan, intinya, saya tidak pernah mencoba "Membesarkannya".

Ya, saya berusaha sekuat mungkin, juga berdoa. Saya mencoba untuk tidak gegabah dan tidak ambisius. Saya tidak bisa berkata itu cukup atau kurang, salah atau benar. Selama ini hanya itu yang saya lakukan tanpa menutrisi mimpi saya dengan "gizi" yang tepat. 

Sampai detik ini pun saya masih tidak yakin dengan "nutrisi" apa yang seharusnya saya tuang pada mimpi saya yang kerdil ini. Saya masih pusing dengan rumus-rumus fisika-kimia-matematika yang menghantui hari-hari saya H-7 UTS ini. 

Akan tetapi, amanat pembina upacara pagi ini seakan menampar saya. Selama ini saya rasa saya hanya terjebak dalam permainan mereka-mereka yang bersatu dan berusaha meraih mimpi-mimpi dan ambisi mereka, dan saya hanya seorang diri. Lemah, dan sendirian. 

Saya pikir saya sudah cukup kuat untuk menjadi seorang petarung tunggal, namun kiranya belum. Usaha membesarkan mimpi itulah yang belum saya penuhi. Mimpi kerdil itu harus perlahan dibesarkan, di tengah keterbatasan waktu maupun sarana. Semua itu hanya butuh kesabaran.
You'll be a forever loser if you keep on being jealous at some others' BIG dreams. 
(Flag Ceremony - this morning)

Senin, 28 Januari 2013

Dependensi

Setiap orang berbuat kesalahan, setiap orang dapat menyadarinya, dapat pula tidak. Setiap orang dapat memaafkan kesalahan, dapat pula tidak. Namun kondisi tersebut tidak akan berjalan lama. Hidup harus terus berjalan, dan dependensi selalu muncul tak berkesudahan. Tidak selamanya kita harus independen, karena dependensi justru dapat menyatukan kita. Tiap individu bahkan suatu negara, selalu butuh orang lain, baik hubungan antarindividu hingga hubungan internasional. Dependensi selalu ada, dan dialah yang menyelesaikan masalah kita semua.

Kamis, 10 Januari 2013

Tolong Katakan

Tolong Katakan pada Saya, bahwa Saya tidak pantas mendukung Anda. Saya terlalu merepotkan Tim, dan Saya sama sekali tidak dapat membantu Anda meraih Gelar Juara yang Anda inginkan. 

Tolong Katakan pada Saya, bahwa Saya memang pecundang yang gagal mewujudkan visinya. Tolong Katakan saja bila Anda enggan membantu. 

Tolong Katakan pada Kami bahwasanya Kami ini terlalu banyak melakukan ketololan. Kami tidak kreatif sama sekali. Kami bukan penemu, tidak seperti Anda. Kami hanya pengikut yang sok sibuk, padahal, tidak sukses mengorganisasikan acara. 

Tolong Katakan semua itu  pada Kami. Tentu akan kami dengar, dan kami juga akan buktikan. #GaneshaArmy