Selasa, 23 Agustus 2011

Goobye mr. Guitarist

This is a sad story from me. 
Suatu sore, dua atau tiga minggu lalu, sepulang main gue dikasi tahu sama ibu, tadi tempat les gitar gue telpon dan ngasi tahu kalo guru les gitar gue mengundurkan diri. What? Resign?. Firstly I thought, ARE YOU FU*KING KIDDING ME???!! 

gue nggak percaya. banget. Sabtu sebelumnya, jatah gue les, mr. E - sebut saja itu guru gue - sms bilang kalo dia nggak bisa ngajar sabtu itu dan nawarin gue hari minggu nya. Unfortunately, pas hari minggu itu gue udah punya jadwal buat nonton Harry Potter - dan ternyata demi Harry Potter 7 gue kehilangan kesempatan terakir belajar dengan Mr. E. Oh shit!

Okay, gue pilih Harry Potter semata-mata karena takut keburu filmnya habis di pasaran dan juga gue nggak nyangka kalo guru gue bakal resign. dia juga nggak pernah bilang kalo mau keluar dari tempat les musik itu.

2 minggu kemudian ada guru baru nggantiin Mr. E. guess what? gurunya benar benar diluar perkiraan gue. He's such a.. ah gue nggak bisa dan nggak sampe hati mau bilang. yang pasti, gue nggak nyaman. nggak asiklah pokoknya. gue mau Mr. E baliiiiiiiiiiiiiik!

bayangin aja, setelah setahun lebih gue belajar sama Mr. E, yang orangnya asik banget, enak diajak ngobrol, curhat, dan ngertiin gue banget, tiba tiba? gue yang dulu semaunya minta lagu, yang minta diajari ini itu, Mr. E sabarnya minta ampun sama cerewetnya gue, bahkan selama 1,5 jam les, kita lebih banyak ngobrol daripada belajar skill. dan gue nggak masalah. justru ngerasa asik dan enjoy aja. 
mau nggak mau sekarang gue harus rela sama guru baru. bagaimana pun karakter dia. tapi gue juga masih berharap ada guru lain yang ngegantiin dia. please, the better one, pokoknya yang lebih asik dikit, karena gue les gitar bukan buat yang serius-serius amat, gue cuma butuh hiburan.

Sabtu, 23 Juli 2011

Brand New Days

Why do I write the title "Brand New Days" ?
tentu saja karena gue udah masuk SMA. jadi ceritanya, gue udah bukan anak SMP lagi dan memulai hari hari baru di sekolah yang baru. Voila! wearing new uniform dengan logo 'Ganesa' di bawah lokasi. bangga? cukup lah. mau kemana lagi? satu satunya tujuan gue ya kesini, terlebih masuk ke SMA 1 juga nggak gampang kok, butuh pengorbanan yang cukup besar. 

Masuk ke kelas baru, suasana nya jelas beda banget sama kelas bilingual gue. meskipun sekolah gue ini RSBI, tapi nggak persis kayak SMP gue dulu. nggak ada karpet, nggak ada AC, dan nggak ada komputer. kursi nya juga dari kayu yang keras nggak bisa deh gue glesotan di bawah. 

teman teman baru masih pada jaim. sebenarnya mayoritas dari SMP gue sih, cuman kok ya beda ya. secara isinya juga orang orang berotak seperti hasna, raka, vista, dan lain lain. kalo boleh jujur, nggak seseru kelas gue yang dulu dulu. nggak sekompak rebel, nggak serame nebeng. gue jadi ngerasa homesick. kangen suasana saat SMP dulu. tapi mau gimana lagi. masa gue mau SMP terus? haaahhh gila aja. 

salah seorang temen gue yang berbeda kelas malah ngerasa 'kehilangan'. dia bilang sahabat dia yang beda kelas udah berubah, ini itu dan segala macam. tapi inilah suasana SMA. baju baru, pelajaran baru, teman baru, kebiasaan baru, semuanya serba baru. dari sinilah gue harus belajar. menjadi pribadi yang baru, di hari hari kedepan, agar gue nggak nyesel nanti nanti. 

Senin, 04 Juli 2011

Damn, It was a Farewell!

Well, It was a farewell. the 3rd of July, 2011


Never thought I would face this. yeah we call it a 'Farewell' to describe the last moment together - having lunch together - taking some pictures together, wishing we won't forget all our memories.

We had lunch at a restaurant - if I may say -  ordered some meals and drinks. laughed as if we would meet again in a few days. Honestly, I didn't feel it was like a farewell. It was an ordinary lunch. But I think I will feel that it was very last moment before we start our new part of our lives, soon.

Andiline, Pravithea, Thesa, Aulia, Tsania, Elsa and me. No, we're not 7 icons - far from 'em. We're not a 'gank' we're just friends. close friends. Talking about everything. Bad, good. Sad, happy.

 But then time goes by, everything is changing - should be changing. Live is going - must be going. Pravithea decided to leave for Malang. The place where I have no idea to figure out. Firstly I didn't believe she would. but now, I believe in everything we take.

Andiline, Thesa, Aulia, Tsania, Elsa and me, decided to stay. stay in this little town. chase our dreams, and will always wait for Pravithea to come back, someday.

Goodbye to you my trusted friend 
We've known each other since we were nine or ten 
Together we've climbed hills and trees 
Learned of love and ABC's 
Skinned our hearts and skinned our knees 

We had joy we had fun we had seasons in the sun 
But the hills that we climbed were just seasons out of time 
(season in the sun - westlife)
this post is dedicated to Pravithea, sorry, I only have few words to say. Wish you can get the best in every step you take, every place you move to :)

Senin, 27 Juni 2011

holiday fooliday

Ole! How's life? 
well, masih libur seperti ini, dan masih dua minggu kira-kira sebelum saya menjadi anak SMA. voila! SMA - Senior High School. Gue agak beruntung karena liburan gue nggak se-lama angkatan sebelumnya - three months - gue cuma dua bulan lah mungkin dan libur dua bulan ini bisa dideskripsikan menjadi sesuatu yang amat sangat membosankan sekali!

Gue sih emang libur. tapi keluarga gue? No vacation definitely. Kakak gue libur juga sebenernya, but she decided to go to my aunt's house. Kalo gue, jujur, prefer home to my aunt's. orangtua? jangan ditanya. sibuk bekerja. 

Liburan membuat saya bodoh. Yap, this is fooliday! guess what, gue dirumah bangun tidur, makan, nyuci (kadang-kadang) dan melakukan beberapa hal bodoh sebelum mandi agak siang. setelah mandi makan lalu membaca novel, nonton tivi, kadang-kadang online, menjelang sore bersih-bersih rumah. setelah maghrib makan, kadang-kadang gitaran lalu online dan pukul sepuluh - pergi tidur. Setiap hari. setiap hari kayak gitu man!

oke, beberapa hari dalam sebulanan ini juga gue kadang pergi ke semarang, jemput kakak gue atau mungkin nganter orang tua belanja. tapi semarang panas dan tidak kalah membosankan man! boro boro gue dibeliin apaaaa gitu ato diajak nonton gituuu.. huh, nggak mungkin deh. yang ada juga gue suru bawa belanjaan segede karung! 

nginep dirumah sodara? ide yang cukup bagus. gue sudah mencoba dan - succesfully failed! tidur harus misah karena takut ditendangi sama adek dan saat siang gue ditinggal main. mantap! acara terakhir yang cukup sukses adalah saat gue dan sepupu dan orangtua pergi ke tlatar. hanya sedikit delayed karena pak sopir harus muter-muter dulu but then, lumayan seru. setelah sekian lama gue nggak naik ATV, akhirnya naik juga dan celana gue sukses ber-bletok. 

online. online facebook, twitter, sedikit melepas rindu bersama teman. tapi hasilnya? gue makin kangen gilak! Pravithea bilang kangen, Luthfy bilang kangen berjuta juta. mampus gue makin kangen merekaaaaa! aduh, makin lu pada ngomong kangen, gue makin speechless, pengen buru buru ketemu. kalo ketemu Luthfy, masih bisa waktu besok masuk sekolah. tapi kalo Pravithea? Demi apa gue bakal kangen berat dia pindah ke malaaaaaaaaaaaang! 


Intinya, gue harus sabar menghadapi this foolish holiday. melakukan hal bodoh? tentu saja. karena tidak ada hal pintar yang bisa gue lakuin selama liburan. nggak percaya? mau belajar apa coba liburan masuk sekolah gini. yang ada gue jadi idiot kalo belajar muluu, hihi. yang menyedihkan hanyalah kerinduann gue sama temen temen dan ehm.. my boy. gue pengen banget ketemu kalian semuaaaaaaaaaaaaa!

Sabtu, 18 Juni 2011

Furiously Miss you CONDITION ZERO ♥


Okay, bentar lagi gue masuk SMA. SMA boss, SMA!!!
So many things I have to leave when I was a junior high school student. One of ‘em is computer. Well, selama 3 tahun di SMP 1, gue setiap hari berhadapan sama yang namanya computer. Monitor dan keyboard selalu nemenin gue ngerjain tugas, ulangan, bahkan jadi saksi bisu gue waktu nyontek. Bahkan si kompibaiksekali ini juga pernah menjadi alat nyontek massal gue bersama teman-teman lain via mig33. Gila! But it was true, dan yang paling penting dengan computer ini gue bermain game secara LAN dengan teman-teman gue. Especially, CONDITION ZERO!

COUNTER STRIKE – CONDITION ZERO. Game ini udah ada dari jaman dulu, - in this case gue nggak akan ngebahas mengenai profil game ini. Gue bakal cerita gimana CSCZ ini mengisi hari-hari gue selama di SMP 1.

Pertama kali gue ngerti soal ini game waktu gue masih duduk di kelas 7A – GGC, semester dua tepatnya. Waktu itu gue duduk sebangku sama temen gue, Deo. Dia maniak game waktu itu dan setiap hari dia main Counter Strike bersama 8 cowok lain di kelas 7A. Ngeliat serunya tu cowok-cowok teriak-teriak, gue ngerasa tertarik sama ini game. Akhirnya gue pun memutuskan untuk minta dikasih liat gimana mainan Counter Strike sama Deo. Hasilnya, memang gue nggak begitu mahir dan jarang banget main sama anak-anak, maklum, masih cupu. 

Kelas 8B – REBEL gue nggak duduk sama Deo lagi, tapi dia duduk di depan gue, dan gue duduk sama temen gue yang namanya Ella, cewek – absolutely. Entah sejak kapan, ternyata si Ella juga tertarik dengan Counter Strike! Meskipun formasi kelas udah nggak seperti 7A dulu, tapi di 8B Counter Strike tetep jadi game primadona. Game inilah yang mengisi kesuntukan kami saat harus berhadapan dengan bu Estu – guru math kami yang baik atau mungkin pak Rakijo – guru PKn kami yang dengan senang hati berkenan tidak digagas. 

Ada sekitar 11 Orang yang main Counter Strike – Condition Zero di 8B. Eko, Heru, Ovan, Luthfy, Inna, Deo, Yuhaya, Sari, Ella, Elsa dan gue. Saat itu yang paling sering menang adalah Yuhaya, secara dia duduk di pojok dan paling sering ngindik kompi-kompi di depan dia, a little cheat. Saat di kelas 8 itu juga game Point Blank lagi booming dikalangan gamers, termasuk temen-temen gue di REBEL. Bahkan, di SMP 1 bikin grup gamers PB yang dikasi nama “GPBL” stands for GRISSA POINT BLANK LOVERS. Karena  jaman GPBL itu juga akhirnya nick-nick kita waktu main Counter Strike ikut-ikutan jadi pake “GPBL”

Kelas 9B – NEBENG, gue duduk sama dipta aka Gojos. He’s a gammer as well, cuman asalnya si Gojos ini pinter, jadi masih mentoleransi pelajaran lah, apalagi kan udah kelas 9, waktu bermain kompibaiksekali juga berkurang. Sayangnya, di kelas 9 ini adalah CSCZ sudah tidak begitu menjadi primadona. Sudah ada MotoGP, Yu-gi-oh, dan game-game lain. Saat kelas 9 pun gue juga jadi jarang main karena harus rebutan sama Gojos yang lagi gandrungnya main Yu-gi-oh. Tapi, ada sedikit kabar bagus karena di akhir kelas 9 temen gue si Luthfy membawa versi terbaru Counter Strike yaitu CS-NST. Gue sempet mainan CS ini, skin-nya bagus, mirip PB bahkan bisa ambil senjata-senjata PB. Namun malangnya, CS-NST Cuma berumur jagung karena ujian nasional menghampiri. Kompibaiksekali segera dibawa pergi dari kelas dan gue nggak pernah bercengkrama lagi sama kompibaiksekali sejak itu. Entah gue lupa kapan terakir kali gue main CS bareng anak-anak. Kalo gue nyadar waktu itu terakir kalinya gue bisa main, gue pasti bakal nginep di sekolah. 

Gue nggak bakal lupa serunya kita teriak-teriak di kelas, gara gara si Condition Zero itu, dan justru melupakan bu Estu yang dengan sabar membimbing anak didiknya yang nggak tahu diri, hahaha. Gue juga nggak bakal lupa nick gue sama ella, Bacreh for Ella and Munak for me. A little bit weird, tapi itu juga yang nggak bakal bisa gue dapetin lagi sama temen-temen SMA gue sebentar lagi. Yap, bersiap-siap hidup tanpa kompibaiksekali di sekolah, tanpa Condition Zero yang bisa bikin gue dan temen-temen gue teriak-teriak, dimarahi guru, bahkan diusir sama penjaga sekolah gara-gara kelamaan main sepulang sekolah. 

Condition Zero, entah kapan lagi gue bisa mainin lo bareng temen-temen gue, nggak akan pernah bisa lagi mungkin. Tapi sesingkat apapun kebersamaan kita, gue tetep install lo di laptop gue dirumah, dan sewaktu-waktu gue kangen sama lo, gue bakal mainin lo kok. Gue bakal defuse bom dari terrorist, gue bakal nyelametin hostage, gue nggak bakal ngelupain lo CSCZ :*
 hasil screenshot si Luthfy
sengaja nggak bunuh-bunuhan, biar bisa dapet pose ini

Epilog
Bu Estu :” Heru, keluar!”
Heru pun keluar dari kelas gara-gara mainan CS waktu pelajaran matematika. Tidak lama kemudian heru masuk lagi.
Bu Estu :” Ngapain kamu Her?”
Heru      :”Ambil dosgrip bu..”
Beberapa saat kemudian…
Bu Estu :”Eko, susul Heru!”
Eko pun keluar menyusul heru karena ia ketahuan juga main CS.
Tak lama setelahnya..
Bu Estu :”Luthfy, daritadi kamu saya perhatikan tidak konsentrasi, keluaaarr!”
Luthfy sengaja bermain CS karena memang berniat keluar dari kelas matematika saat itu dan menyusul Heru serta Eko.

Terima kasih Tuhan, kau telah perkenalkan kami dengan Counter Strike Condition Zero ….