Jumat, 25 November 2011

My weird Life part II

Hallo selamat malam lagi

Hidup gue masih anehkah? ya, mungkin. 
kapan hari itu gue diminta guru BK gue buat bikin refleksi diri. matih! gue harus nulis apa? pertamanya nggak ada ide, tapi lama-kelamaan 8 lembar enggak cukup. gue bikin hampir semalem. esoknya gue ada 3 ulangan. fisika, mat, geo. gue belajar keras buat geo karena materi geo terbanyak. gue nggak belajar fisika sama sekali karena katanya openbook. gue belajar mat ya sebisa gue tapi ya waktu ngerjain gue banyak lupa. sial. 
esoknya, nggak jadi ulangan geo. yang jadi ulangan fisika. openbook, tapi tetep aja susah. sial.

kapan hari gue ketemu temen gue anak X-4. dia nanya di kelas gue ranking berapa. gue jawab - nggak ada rangking di kelas gue - emang nggak pada ngitung. terus dia bilang yang ranking 1 blablabla, rata-ratanya 9, whatsoever lah. 

Nahlo. gue berapa? 
nggak nyampe 9 yang pasti. oshitman. mayday mayday I need some help! 

haruskah gue menerapkan target lagi? haruskah gue dimarahi untuk target-target gue sendiri? 

Gue cuma berharap apa yang gue inginkan dapat terkabul. usaha gue bisa membuahkan hasil, nggak sia-sia. dan semoga hidup gue selalu diberi Rahmat oleh Tuhan. Amin. 

Oh ya, selamat Hari guru. 

Kamis, 17 November 2011

My weird Life

Halo selamat malam!
ya, malam ini gue isi dengan menulis blog, berhubung besok hari jumat jadi gue nggak perlu belajar segitu ngoyo  (gue pede abis sumpah)

okay, jadi gue mau cerita bahwa seminggu ini tons of activity ruined my days! astaga, dan gue nggak punya cukup waktu buat ngerjain tugas kelompok, untuk tugas individual pun gue harus rela tidur jam 12 just to finish my tasks (great my lovely teacher) banyak tugas banyak kerjaan banyak masalah banyak malesnya.

suatu sore, kalo nggak salah itu hari selasa eh rebo. ya hari rebo itu. berhubung gue panitia debate competition something di sekolah, gue automatically pulang telat. rata-rata jam 4 lah setiap hari dari hari senin. waktu itu udah jam 4 dan gue sama temen gue Astrid, udah berencana buat segera pulang karena langit udah mendung, banget.

"Kayaknya kalo mendungnya kayak gini ujannya bakal lama deh."
"Iya ya? eh udah ujan. hlooo. astrid, tak pinjem payung dulu."

percakapan nggak penting.

gue udah sukses pinjem payung tapi nyatanya ujan juga sukses turun dengan derasnya. Gue dan astrid akhirnya cuma bisa bengong ngeliatin ujan yang deres - dan alamat lama. astaga.

nunggu di depan boring banget, astrid ngajak gue ke kantin dan gue juga ditraktir. asik. gue nggak jadi laper. sembari makan, gue dan astrid cerita-cerita. banyak gitu lah. tiba-tiba walaupun nggak ada petir nyamber, astrid nanya gini ke gue

"Eh, kamu kalau sama orangtuamu deket nggak? kamu kan pake bahasa krama ya?"

okay. bukan pertanyaan retoris maka gue jawab. nah gue jawablah pertanyaan itu puanjaaaaang lebar sampe gue haus dan dia dengerin cerita gue sambil berpikir dan setengah nggak percaya sama hidup gue yang mungkin - a little bit weird. 

Sejak saat itu gue baru nyadar juga kalo emang gue ini aneh. manut sama orang tua nggak, tapi pembangkang juga nggak. terus apa? di atas kertas gue menerima many kinds of rules but in fact, I don't really care about it. terus gue ngapain?

gue punya target. sometimes done, sometimes failed. 
now what? 

(bersambung, gue ngantuk) 

Kamis, 03 November 2011

Teknik Realita

Kebanyakan orang mungkin hanya mengetahui tentang "Teknik Rekayasa". Gue juga tahu itu.Tapi gue nggak ngerti apa-apa tentang itu.Sekarang, gue bakal ngebahas hal lain yang bertolak belakang sama si "Teknik Rekayasa". Just call it, Teknik Realita.

Dalam kamus gue, teknik realita ini maksudnya teknik kehidupan nyata. teknik buat merangkai kehidupan ini sesempurna mungkin, sehingga fungsi kehidupan bisa seperti apa yang kita harapkan. sayangnya, teknik ini nggak mudah. sama sekali nggak mudah. 

Salah satu bagian dari teknik realita adalah managing time. I'm not a master in it. hidup gue masih terlalu kacau, terlalu berantakan. Gue masih perlu sekali belajar tentang teknik realita ini.

Bagian lain dari teknik realita adalah pilihan. yes, choice. ada pepatah "Life is a choice". Hidup adalah pilihan. pilihan untuk apa? disinilah seninya. terlalu banyak option hingga kita kebingungan memilih, which one is the best for us, for our life. Gue salah satu orang yang terlampau galau akan sebuah pilihan hidup. Apalagi kalau udah di tengah tengah jembatan yang hampir rubuh. maju atau mundur pun nggak akan ngaruh dan pasti bakal tetep jatuh. 

Gue bingung. disini bingung. tapi disana, ada orang yang dengan gampangnya menolak sebuah kesempatan besar dihadapannya. menolak sebuah kesuksesan besar yang menantinya. bertindak gegabah dengan mencoba hal baru yang nggak sesuai dengan peruntungannya. Kenapa bisa begitu???

Itu namanya takdir. terkadang ada seseorang yang diberi ratusan kesempatan namun mengabaikannya, sedangkan kita yang ngarep adanya kesempatan justru nggak diberi-diberi. kuncinya cuma satu, Sabar. Tapi sabar itu nggak cukup. Nggak cukup banget buat ngerubah nasib, buat mencari peluang, peruntungan semangat dan harapan baru. 

Sebenernya gue pengen banget mengambil satuuuuu aja kesempatan yang dipunyai seseorang itu - yang diabaikannya - tapi nggak bisa. bukan porsi gue. Kalau sekarang gue belum bisa dapet kesempatan, mungkin besok. kalo besok belum bisa, mungkin lusa dan seterusnya. Yang terpenting saat ini adalah memperbaiki teknik realita gue yang hancur berantakan nggak beraturan menjadi sesuatu yang bisa gue jadikan acuan masa depan gue. Sooner, or later.


Sabtu, 29 Oktober 2011

Ketika Hujan

Ketika Hujan, petani bergembira tanaman mereka akan disirami
Ketika Hujan, warga ibu kota berduka rumah mereka terendam banjir
Ketika Hujan, pedagang asongan harus berteduh, tapi supir angkot tetep bisa kerja
Ketika Hujan, ojek payung laris, tapi tadi di tivi ada anak-anak ojek payung yang mati, kasian
Ketika Hujan, gue nggak bisa sepedaan
Ketika Hujan, seragam, sepatu, tas, jaket gue basah
Ketika Hujan, kakak gue males nganterin gue 
Ketika Hujan, lapangan becek, tapi nggak tau lapangan yang udah dibenerin sekarang
Ketika Hujan, kadang petir nyamber-nyamber 
Ketika Hujan, kadang listrik di rumah gue mati
Ketika Hujan, gue suka main gitar keras-keras, apalagi kalo listriknya mati
Ketika Hujan, rumah gue bocor, padahal gue kan ga punya rumah
Ketika Hujan, gue males ke mesjid
Ketika Hujan, gue suka makan mi rebus + coklat panas
Ketika Hujan, anak-anak kecil seneng banget bisa ujan-ujan
Ketika Hujan, orang tua pada khawatir anak-anak mereka ujan-ujan 
Ketika Hujan, baju baju gue susah kering, padahal udah makek mesin cuci
Ketika Hujan, guemales pulang
Ketika Hujan, gue bersyukur sama Tuhan, terimakasih Mikail

Rabu, 26 Oktober 2011

Ditolak?

Di hidup ini kita semua pasti pernah ngerasain yang namanya penolakan. bener? 
Di hal apapun. bahkan kalah lomba pun bisa dibilang penolakan. Juri menolak performance kita yang nggak cukup baik buat jadi pemenang. 

This case, gue bakal memberikan penolakan di bidang lain. Well, agak nggak mutu sih, tapi jujur gue nulis ini juga punya purpose tertentu. 

Girls, bagaimanapun juga pasti pernah ngalamin yang namanya penolakan. ditolak cowok lebih tepatnya. mungkin kalo secara eksplisit, cowok lebih sering ditolak. tapi implicitely cewek jauh lebih sering ditolak. wanna know why? cewek lebih gampang dan lebih sering suka sama cowok tapi si cewek cuma bisa diem. cewek jelas susah kalo disuruh nembak duluan. cewek cuma bisa nunggu dan berharap si cowok juga suka sama dia. Sebenernya cewek mendam rasa itu udah sering banget. Jadi sakitnya juga sering banget. 

Cewek menjadi tertolak karena 3 hal 

1. Si cowok sudah punya pacar
2. Si cowok benar-benar tidak suka cewek itu dan menunjukkan secara eksplisit
3. Si cowok mungkin saja suka, tapi memilih untuk tidak pacaran dulu karena alasan tertentu

Kalo yang alasan 1 dan 2, jelas banget si cewek menjadi tertolak. tapi untuk yang ketiga? inilah yang jadi kelemahan cowok selama ini. mereka cenderung nggak berani ngomong akan pilihan mereka karena nggak enak hati sama si cewek. padahal, kenyataannya si cewek justru makin sakit karena terlalu lama nunggu, terlalu lama berharap dan hasilnya, a big no no. 

Kalo buat gue, gue lebih memilih untuk back off duluan kalo emang si cowok keliatan nggak niat, atau memilih pesimis aja akan hubungan yang nggak jelas arahnya. kalo kesannya si cowok cuman main tarik ulur ga jelas, back off adalah pilihan paling aman biar kita nggak terlalu sakit kalau jatuh, apalagi sebelumnya dilambungkan. 

Dan satu lagi. ejekan dari temen atau dari siapapun mungkin bisa bikin kita semangat dan berharap, tapi itu bukan jaminan kita bisa berhasil. Jadi pesimis adalah tindakan preventif paling efektif untuk menghindarkan kita dari sakit hati yang berkepanjangan.


"..And I'd give up forever to touch you, cause I know that you feel me somehow...." - Iris, Goo Goo Dolls